Tempat Ajaib Multazam Dan Segala Keistimewaannya

Tempat Ajaib Multazam dan segala keistimewaannya – Bagi kita yang telah menunaikan ibadah haji ataupun umroh, pasti tidak asing dengan istilah “Multazam”.

Namun, bagi yang belum tahu, pertanyaan apa itu multazam? Apa keistimewaan di balik Multazam? Seringkali ditanyakan oleh mereka yang belum tahu, termasuk juga para jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

Secara teks, multazam berasal dari bahasa arab dari kata lazima-yalzamu, yang bermakna tetap,
pasti, dan wajib. Kemudian lafadz ini membentuk lafadz multazam yang berarti sesuatu yang dimintai
pertanggung jawab.

Dalam konteks ibadah haji mapun umroh, multazam merupakan sebuah nama tempat yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.

Namun, multazam bukanlah sembarang dinding, tempat ini diyakini sebagai salah satu dari beberapa “maqam ijabah” yang berada di sekitar Baitullah.

Maqam ijabah yang dimaksud adalah tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa. Hal ini sebagaimana yang disebutkan Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadis.

Nabi bersabda: “Multazam adalah tempat berdoa yang dikabulkan (Mustajab), tidak seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabulkan do’anya”.

Dari pengertian itulah mengapa disebut multazam, karena seolah ada kepastian dan ketetapan dari
Allah bagi siapapun yang meminta atau memohon di tempat tersebut akan dijabah do’a-do’anya.

Keistimewaan Multazam Sebagai Tempat Berdoa

Saking istimewanya tempat ini, sampai-sampai Rasul mendekapkan wajah dan dadanya di multazam sembari memanjatkan do’a.

Banyak hadist-hadits Nabi yang menjelaskan tentang ini. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Dawud.

dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya berkata: “Saya menunaikan tawaf bersama Abdullah, tatkala kami sampai di belakang Ka’bah, saya bertanya; “Apakah kita tidak berlindung?” Abdullah berkata;”Kita berlindung dengan (nama) Allah dari neraka.”

Ketika kami telah lewat, saya menyentuh Hajar Aswad dan berdiri di antara rukun (Hajar Aswad) dan pintu (Ka’bah). Maka, beliau meletakkan dada, wajah, lengan, dan kedua tangannya begini dan membentangkan lebar kedua tangannya.

Kemudian beliau berkata:”Beginilah saya melihat Rasulullah SAW melakukannya.”

Ada beberapa keutamaan yang harus dilakukan oleh kita sebelum memanjatkan do’a di lokasi multazam. Yakni, kita dianjurkan untuk mendirikan shalat dua rakaat terlebih dahulu setelah melakukan tawaf tujuh kali putaran.

Di berbagai buku panduan manasik haji maupun umrah biasanya disuguhkan redaksi do’a yang dibaca oleh para jamaah ketika kita berdo’a di tempat ini (multazam) setelah melaksankan shalat dua rakaat.

Hanya saja perlu dihati-hati sebab tempat ini sangat terbatas untuk melaksanakan shalat apabila
musim haji sedang berlangsung.

Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya untuk tidak bisa melaksanakan shalat dua rakaat.

Shalat dan do’a bisa dilakukan di garis lurus ke belakang, tempat yang lebih memungkinkan para jamaah melaksanakan sahalat lebih aman dan tenang sambil berdo’a dengan khusyuk.

Kemudian di sebelah kanan multazam terdapat air minum zamzam yang dianjurkan untuk diminum setelah melakukan tawaf.

Doa Yang Di Anjurkan Untuk Di Mohonkan

Doa yang banyak dipanjatkan di tempat ini secara turun temurun semenjak dari masa sahabat
hingga sekarang ialah sebagai berikut (diriwayatkan oleh Ibnu Abbas) :

“Ya Allah, Tuhan kami, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu dan anak dari hamba-Mu, anak budak-Mu.

Engkau bawa kami dengan apa yang telah Engkau jalankan kepadaku dari makhluk-Mu. Dan Engkau jalankan diriku dari negeri-Mu sehingga Engkau sampaikan dengan nikmat-Mu ke rumah-Mu.

Dan Engkau bantu kami agar dapat menunaikan manasikku. Kalau sekiranya Engkau rida kepada diriku, maka tambahkanlah kepadaku keridaan-Mu.

Kalau sekiranya (belum), maka dari sekarang (berikanlah) keridaan kepadaku sebelum meninggalkan rumah-Mu (menuju) rumahku.

Ini adalah waktu kepergianku, jikalau Engkau mengizinkan kepadaku tanpa (ada rasa) menggantikan dari diri-Mu, juga rumah-Mu, dan (tidak ada perasaan) benci kepada-Mu dan pada rumah-Mu.

Ya Allah, Tuhanku, sertakanlah kepada diriku kesehatan pada badanku, dan kesehatan di tubuhku serta jagalah agamaku, dan perbaikilah tempat kembaliku, berikanlah rezeki (dengan) ketaatan kepada-Mu selagi saya (masih) hidup, dan gabungkanlah untuk diriku kebaikan dunia dan akhirat, sesungguhnya Engkau terhadap sesuatu adalah Maha mampu”.

Do’a diatas diambil dari sumber-sumber yang mutawattir (akurat) dan telah disuguhkan dalam
bentuk buku saku panduan agar memudahkan bagi para jamaah dalam melaksanakan ibadah haji dan
umroh.

Dan tidak hanya do’a ini yang bisa para jamaah ucapkan, melainkan doa apa pun yang dianggap
sangat prioritas dan lebih penting bagi jamaah juga dapat dipanjatkan di tempat mustajabah ini.

Mau Umroh Hemat Auto Berangkat ?

PT. SUTRA TOUR HIDAYAH Siap Menemani Anda Pergi Ke Tanah Suci dengan Mudah & Nyaman !



Leave a Reply