Perbedaan ibadah Umroh dan Haji

Apa perbedaan dari umroh dan haji? Mempertanyakan hal itu sama seperti  mempertanyakan apa perbedaan sholat 5 waktu dan sholat sunnah?, sama2 ibadah ke tanah suci memang tapi keduanya berbeda, mari kita kupas apa saja perbedaan dan persamaan keduanya.

1. Waktu

Dilihat dari perbedaan yang pertama “waktu” haji merupakan ibadah yang bisa dikatakan hanya bisa dilakkukan setahun sekali yaitu musim haji pada tanggal 9-13 Zulhijah, jadi diluar tanggal tersebut ibadah haji tidak sah.

Sedangkan umroh bisa dilakukan kapan saja kecuali pada tanggal haji dan hari tasrik 11,12,13 Zulhijah, dari sini bisa kita ambil kesimpulan kalau waktu pelaksanaan umroh lebih fleksibel daripada haji

2. Hukum

Dilihat dari hukum pelaksanaanya haji masuk dalam rukun wajib terakhir setelah puasa, kalau wajib berarti semua umat islam terbebani untuk melaksanakan dengan catatan bagi yang sudah mampu, mampu dalam segi banyak hal seperti materi, kesehatan, keluarga yang ditinggal dan sebagainya.

Kemudian hukum dari ibadah umroh adalah sunnah ada sebagian ulama yang berpendapat kalau umoroh merupakan ibadah sunah muakad(yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat).

Dikutip dari hadist riwayat tirmidzi

“Rasulullah SAW ditanya mengenai wajib ataukah sunnah bagi umat Muslim untuk menunaikan umroh. Nabi SAW kemudian menjawab, “Tidak. Jika kau berumroh maka itu lebih baik.” (HR. Tirmidzi)”. 

Lebih baik berumroh, jadi daripada tidak berumroh mending berumroh bareng sutra tour yang menyediakan umroh dengan pelayanan hebat dan masa tunggu yang cepat.

3. Cara pelaksanaan

Perbedaan haji dan umroh juga terdapat pada manasik atau tata cara pelaksanaannya. Ibadah haji memiliki tata cara yang lebih banyak dari umrah, sehingga orang yang pernah beribadah haji juga sudah pernah melakukan praktek umrah. Adapun rukun umrah terdiri dari niat, thawaf dan sa’i, tahalul atau memotong rambut. Sedangkan untuk haji semua rukun umrah tersebut di lakukan dan ditambah dengan wuquf di arafah, mabit (menginap) di Mudzalifah dan mina, serta melempar jumroh.

Perbedaan haji dan umroh ini bisa menambah pengetahuan kita untuk menjadikan ibadah menjadi lebih ringan dan mudah dalam menjalaninya. Hal yang sangat penting kita perhatikan saat melakukan umrah atau haji di tanah suci adalah bahwa seseorang yang melakukan perjalanan ini diluruskan niatnya untuk beribadah, dan bukan untuk berbelanja.

Meskipun kita bisa berbelanja banyak barang disana, namun sebaiknya belanja ini dilakukan sekedarnya saja. Predikat haji akan diberikan untuk mereka yang telah menunaikan ibadah haji, sedang untuk mereka yang melakukan ibadah umrah tidak akan mendapatkan predikat ini. Namun demikian, dengan pengetahuan yang benar maka kita tidak akan marah ketika kembali dari tanah suci dan orang tidak menambahkan predikat haji untuk kita. Hal ini juga merupakan salah satu